Langsung ke konten utama

8 Tips Untuk Mengelola Usaha E-Commerce



Selama beberapa tahun kedepan, pertumbuhan ekonomi di sektor e-commerce diperkirakan akan terus melesat naik secara cepat. Sebagai seorang entrepeneur, anda harus cerdik untuk melihat celah dan kesempatan yang ada untuk kesuksesan.

Jika anda sudah mengetahui sedikit tentang bisnis e-commerce, tak ada salahnya mencoba untuk kecemplung langsung merasakan dunia perdagangan dalam versi digital.

Sebagai pemacu semangat anda, pada medio 2010-2013 transaksi penjualan dari ritel e-commerce di Amerika Serikat meningkat dari 167,3 Milliar US Dollar ke 263 Miliar US Dollar. Tahun lalu, angka ini melonjak cukup tajam ke 304 Milliar US Dollar dan diprediksi naik pada 2015 ini ke angka 347 Miliar US Dollar.

Beberapa pakar keuangan menganalisa dalam tiga tahun kedepan, angka transaksi penjualan e-commerce di AS akan berkembang lebih pesat lagi dan naik 50 persen.

Meski tumbuh signifikan, anda juga harus menghitung dan mengelola secara matang dan benar jika ingin meraih kesuksesan di bidang e-commerce. Beberapa tips di bawah mungkin dapat membantu anda mengembangkan e-commerce sendiri:

1. Jangan buru-buru




Salah satu kesalahan langkah yang dibuat para pengusaha e-commerce adalah mereka terlalu terburu-buru dan terkesan memaksakan pengoperasian dan peluncuran website e-commerce nya. Peluncuran dan perkenalan website anda hanya terjadi satu kali dan tidak dapat diulang. Jadi jangan kacaukan langkah pertama ini.

Bolehlah memberikan sedikit bocoran atau teaser kepada khalayak. Namun saat anda memberikan teaser dari produk anda, disaat itu juga anda harus mematangkan beberapa sistem di website dan pengelolaan. Sebut saja SEO, Content Marketing, pengelolaan sosmed, sistem penjualan online dan lain-lain.

2. Fokuskan kepada user




Salah satu kekurangan dalam e-commerce adalah para pelanggan tak bisa melihat, merasakan ataupun menyentuh langsung produk yang akan dibeli. Meski tak ada solusi untuk masalah ini, anda dapat memberikan beberapa compliment seperti menggratiskan biaya ongkir, memberi garansi atau mempermudah proses transaksi.

3. Uji dan Analisa dalam segala hal




Sebelum, selama ataupun sesudah anda meluncurkan bisnis e-commerce, Anda juga harus memikirkan respon pasar terhadap produk anda. Menguji, menganalisa dan meneliti karakter dan kemauan pelanggan adalah jawabannya. Hal ini untuk dapat meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

4. Lebih intens mengelola sosial media




Memilih personel dalam divisi sosial media merupakan salah satu hal yang terpenting. Pilihlah mereka yang memang "gila" akan sosial media. Karena sosmed merupakan jantung dari penjualan e-commerce anda yang juga merupakan sarana brand awareness dari produk anda. Selain itu, lebih baik jika anda juga ikut mengelola sosial media ini.

5. Go Mobile!



Bill Siwicki, dari Internet Reatilaer references Goldman Sachs berkata, "Tablet memainkan peran yang semakin penting dari belanja konsumen via mobile karena mampu menghasilkan transaksi sebesar 204 Miliar US Dollar pada 2014 dan 626 Miliar US Dollar pada 2018," Jika anda tak membangun bisnis e-commerce berbasis mobile, bisnis anda bakal semakin tidak relevan di 3-5 tahun mendatang.

6. Tetaplah maksimalkan SEO




Ekonomi e-commerce yang tumbuh dengan drastis membuat banyak pebisnis baru muncul di bidang ini dan membuat semakin crowded. Untuk itu, pentinng untuk tetap berada di tempat teratas dalam Search Engine Optimization. Mempekerjakan ahli SEO yang terampil membuat bisnis anda tetap barada dalam jalur kompetisi.

7. Mengumpulkan Informasi




Sama seperti poin ketiga, menguji dan menganalisi serta mengumpulkan informasi tentang data pelanggan dan statistik terkait membantu anda untuk dapat lebih baik di masa yang akan datang.

8. Teruslah berkembang




Jangan pernah berhenti berinovasi dan berkembang. Teknologi, tren dan selera konsumen akan berubah dari masa ke masa. Begitu pula dengan anda yang harus terus berubah dan berinovasi ke hal yang positif. Namun tetap harus diingat apa yang konsumen mau.

Delapan tips di atas bisa membantu anda dalam membangun kerajaan bisnis e-commerce anda. Jadilah enterpreneur handal dalam membangun e-commerce.

Komentar

  1. Mantap nih info, otw coba deh tips nya. semoga aja dagangan saya jadi tambah laris :)

    @defrianda(1822500014)
    jangan lupa kunjungi website ini yah demi tugas kuliah saya, mohon di acc ya kak :) https://www.atmaluhur.ac.id/
    ISB atma luhur

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Aktor Yang Pernah Memerankan Joker, Penjahat Favorit Sepanjang Masa

Karakter penjahat besutan DC Comics, Joker, menjadi salah satu tokoh antagonis paling dicintai para penggila komik maupun film. Karakter yang pertama kali muncul di komik Batman edisi 25 April 1940 ini merupakan salah satu tokoh yang paling populer dari seluruh karakter yang dibuat DC Comics Karakter dari Joker ini dibuat oleh trio kreatif dari DC Comics yaitu Jerry Robinson, Bill Finger dan Bob Kane sebagai musuh dari pahlawan kota Gotham, Batman. Joker digambarkan sebagai dalang dan mastermind yang gila akan perbuatan kriminal dan kejahatan. Dalam perjalanannya, Joker telah membunuh beberapa karakter komik lainnya seperti Jason Todd si Robin dan Barbara Gordon yang memerankan Batgirl. Semua hal kriminal dan kejahatan yang dilakukannnya dibuat tanpa tujuan apapun melainkan untuk kesenangannya. Beberapa Cerita awal banyak berteberan dari munculnya Joker. Namin yang paling umum adalah sang Joker terjatuh ke dalam tanki yang penuh limbah kimia yang membuat mukanya menjadi p...

Tips Membeli Earphone

Jika kita membeli, kita harus tahu apa yang detail barang apa yang akan dibeli. Mulai dari harga hingga kualitas. Begitu pula dengan membeli earphone. Sama seperti handphone, alat ini bagi beberapa orang sudah seperti teman yang tak terpisahkan. Enggak ada earphone bisa mati gaya. Duh! Nah jika kita membeli Earphone, kita juga harus perhatikan bebet-bibit dan bobotnya. Earphone berkualitas rendah tak akan bertahan lama digunakan. Biasanya, kerusakan pada earphone berkualitas rendah ini terjadi pada bagian bud atau ujung earphone yang biasa kita pasang di telinga. Entah itu ada bagian yang copot, atau kabel yang putus. Atau kualitas earphone rendah juga membuat telinga kita bermasalah serta suara yang dihasilkan tak jernih. Untuk mengatasi masalah tersebut, tips membeli earphone di bawah serpertinya bisa membantu anda untuk lebih teliti membeli barang ini. 1. Sebelum membeli persiapkan beberapa gadget yang biasa anda pakai untuk mengetes kualitas headset. Laptop, smart...

7 Font Yang Biasa Dipakai Desainer Grafis Profesional

Tepat memilih jenis huruf atau Font adalah hal yang wajib untuk para graphic designer. Font merupakan salah satu penentu baik atau buruknya desain yang kita buat. Jika Anda bingung memilih font yang pas untuk desain anda, mungkin ada baiknya anda mengikuti para profesional dalam desain grafis yang memakai sering memakai daftar font di bawah ini. Berikut adalah 7 font yang sering dipakai para profesional desain grafis: 1. Helvetica Benar, Helvetica adalah font yang paling banyak digunakan para profesional, bahkan para desainar yang tidak profesional sekalipun. Banyak pujian yang dilempar untuk font ini meski banyak yang meyakinkan bahwa Helvetica mempunyai jarak spasi yang terlalu pendek. 2. Trajan Trajan merupakan salah satu font terkenal yang sering dipakai di banyak poster film Hollywood. Selain itu font ini juga banyak ditemukan di visual yang berhubungan dengan Agama, Hukum, Perkawinan, kelas atau masa lalu. Banyak gambar di situs berbagi foto Flickr yang me...